Tuesday, September 10, 2013

Apa itu Estetika?

Tanggal 6 September, pertemuan pertama saya di kelas Aesthetics yg diajar sama ibu Almitra. My first impression, orangnya cukup asik kalau ngajar. Ngga terlalu banyak basa-basi, jadi kita bisa langsung masuk ke pelajaran. 

Dan ini yang saya dapet dari pertemuan pertama kelas ini. :)
.
.
.


Aesthetic.... dari kata-kata nya kita pasti udah tau kalau artinya keindahan.
Tapi apa itu deskripsi dari Aesthetics sendiri? Aesthetics berasal dari kata yunani kuno 'aisthonomai'  yang berarti mengamati dengan indra. Dan aesthesis sendiri yang berarti pencerapan/ perception.

Definisi estetika secara rinci, mencakup:
  1. Ilmu pengetahuan tentang pengamatan indrawi
  2. Renungan filosofis tentang seni/ filsafat seni
  3. Tidak hanya menyelidiki yang indah, tapi juga yang buruk
  4. Membicarakan masalah cita rasa/ selera

Teori estetika terdiri dari:
  1. Penyelidikan tentang yang indah 
  2. Prinsip landasan seni
  3. Pengalaman yang berkaitan dengan seni,  penciptaan, penilaian/ refleksi. terhadap karya seni

Terus apa sih faktor yang berpengaruh dalam pembentukan pengalaman estetik tiap-tiap manusia?
Tiap orang pasti memiliki pengalaman estetik yang berbeda-beda. Hal itu dapat terjadi karena kita sebagai manusia bisa melakukan banyak macam hal yang berbeda pula. Kita sebagai makhluk yang bertubuh (embodied being) memiliki indra-indra untuk merasakan pengalaman dari apa yang kita lakukan. Misalnya aja kita bisa menangis kalau melihat drama yang sedih, tertawa kalau ada video lucu di televisi, dan sebagainya. Yang membuat pengalaman estetik setiap orang berbeda karena setiap orang mempunyai interest yang berbeda, punya latar belakang pendidikan dan sosial yang berbeda pula. Karena itu mengapa jika kita mengalami hal yang sama, tapi pengalaman yang saya dan anda rasakan bisa berbeda.

Kedua, kita adalah makhluk yang terus berubah. Maksudnya, hal-hal yang kita sukai sekarang dengan yang akan datang bisa jadi berbeda. Contohnya, di jaman sekarang ini potongan celana cutbray tidak lagi terkenal. Bahkan kita bisa dibilang aneh kalau masih punya selera seperti itu.
Perubahan hal ini juga sangat erat kaitannya dengan faktor pertama, kita sebagai makhluk yang bertubuh. Banyak hal yang membuat kita terdorong untuk melakukan perubahan. Salah satunya adalah dengan mendapatkan ide-ide baru. Ide tersebut bisa didapatkan dari berbagai macam media, misalnya membaca buku, melihat apa yang dilakukan orang lain, mendengar lagu, dan sebagainya.

Yang terakhir, manusia juga sebagai makhluk kognitif. Karena kemampuan manusia yang dapat berfikir tersebut, membuat kita bisa memiliki suatu rasa, ide, atau tanggapan saat kita melakukan dan merasakan suatu hal. Misalnya saat saya melihat foto-foto narsis di profile picture facebook orang lain. Saya bisa menilai 'wah ini cantik ya' atau malah 'ih ilfeel bgt sih tiap menit update foto sendiri'. Kita menjadi bisa menilai, mengkritik, dan menganalisa berbagai macam hal.


Estetika menjadi sangat penting karena di dunia kita ini, kita dihadapkan dengan sangat banyak visualitas. Semua hal yang kita lihat merupakan visualitas. Mulai dari kita bangun tidur, sampai tidur lagi.


Kita harus peduli dengan estetika, karena manusia memang pada dasarnya sebagai makhluk estetis, yang tidak pernah bisa dilepaskan karena sebagai pengalaman dasar manusia.

Tapi ada yang beranggapan bahwa estetika kan sifatnya fana, karena hanya di terima oleh indrawi sehingga cepat hilang dalam sekejap. Tidak dapat menjelaskan hal-hal secara mendetail seperti ilmu-ilmu pasti lainnya, dan bersifat sangat subjektif karena bermain soal rasa. Memang hal pengalaman estetika bersifat subjektif, mengingat setiap orang dapat memiliki pengalaman berbeda dari hal yang sama. Namun subjektivitas tersebut bisa dikelompokkan lagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih besar, dengan orang orang yang memiliki taste serupa. 
Argumen yang menentang estetika tersebut terlalu mengabaikan peran tubuh dalam menerima pengalaman indrawi. Kita tidak bisa melepaskan keseharian apa yang kita alami dengan pengalaman indrawi. Contohnya saat menonton film action di bioskop, kita bisa merasa tegang, seru, dan menyimpulkan setelahnya kalau film itu keren, lalu kita memberitahu teman-teman yang lain untuk menonton film tersebut.


Apa sih yang bisa didapat dari ilmu estetika ini? Salah satunya adalah memberikan cara untuk mengartikulasikan penilaian dari pengalaman indrawi kita. Sehingga bisa menyampaikannya / mengungkapkannya dengan baik.



Sejak jaman dahulu sampai sekarang, pengalaman estetik manusia dipengaruhi oleh hal-hal yang berbeda. Bahkan bisa sangat berbeda jauh seiring dengan perkembangan jaman.

Pada jaman Yunani kuno, perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh adanya teori kosmosentrisme yang mempercayai bahwa semua kekuatan berpusat pada alam. Sehingga alam dianggap sakral dan menjadi acuan refleksi semua orang dalam melakukan dan membuat berbagai hal. 
Juga ada teori makrokosmos, yang menganggap bahwa dewa-dewa lah yang memiliki kekuatan paling besar. Sehingga pada jaman tersebut, banyak bangunan-bangunan, karya-karya diciptakan berdasarkan acuan pengalaman ini.

Di awal abad pertengahan, teori Teosentrisme sangat kental dalam masyarakat. Terutama agama Kristiani yang membuka pikiran baru mengenai adanya Sang Ilahi. Karya-karya pada jaman itu dipengaruhi oleh adanya teori ini. Seperti rumah-rumah milik orang kaya yang berukir-ukir sangat rumit, sama seperti yang ada di gereja-gereja pada jaman itu. Ada pula buku-buku tulis dengan hiasan-hiasan yang juga sangat rumit, menyerupai pola tumbuhan.

Pada jaman modern awal, manusia banyak memiliki ketertarikan terhadap manusia itu sendiri. Karena dianggap manusia memiliki keunikan dan potensi yang bisa dikembangkan dengan luas. Adanya teori filsafat, kemampuan menggambarkan perspektif, ilusi, kemajuan dalam hal biologi merupakan contoh pengaruh Antroposentrisme (teori yang berpusat pada manusia).

Abad 20 sampai sekarang, yang berperan sangat besar adalah adanya kemajuan teknologi dan informatika yang sangat pesat. Bahkan sekarang sudah dianggap sebagai komoditas, dan bukan barang-barang mewah lagi. Orang menjadi dimudahkan dalam segala hal melalui adanya teknologi. Hal ini mempengaruhi cara berfikir, dan pengalaman yang didapatkan oleh manusia. 

Mungkin pada masa yang akan datang, hal yang berperan besar dalam mempengaruhi persepsi dan pengalaman estetik manusia adalah semakin kaburnya batas antara realitas nyata dengan dunia maya. Tapi saya bukan Mama Lauren yang bisa meramal masa depan, jadi siapa yang apa yang akan terjadi :P

1 comment: