Estetika ini bermula dari Inggris pada abad ke 16. Empirisisme merupakan sistem filosofis utama yang terfokus pada epistemologi (teori tentang pengetahuan seperti rasionalisme).
Sumber pengetahuannya adalah pengalaman inderawi dan bukan dari benak. Pendekatan ini memiliki dampak langsung akan penilaian estetika.
Contoh: kita tahu kalau hari sudah siang karena kita melihat sinar matahari masuk melalui jendela, kita bisa merasakan panasnya sinar matahari yang sampai ke tubuh kita. Walaupun kita sedang tidak berada di luar ruangan.
Key topic in Aesthetic:
- Imajinasi
- Selera
- The Sublime (hal-hal yang memikat meski tak indah) contohnya adalah film horor.
Rasa nikmat / pleasure menjadi konsep penting estetika jaman ini.
Poin penting: imajinasi dan selera memiliki posisi sendiri. Keindahan bisa dibedakan dari yang sublime.
Tokoh pada era ini:
Shaftesbury
merupakan pria kebangsaan inggris yang berasal dari keluarga aristokratik. Ia merupakan siswa dari John locke. Kontribusi terbesarnya adalah konsep tentang 'ketanpa pamrihan'. Dimana seseorang bisa bilang suatu karya itu indah tanpa ingin memilikinya.
Francis Hutcheson
Ia berasal dari Irlandia, keluarga skotlandia. Kontribusi terbesarnya adalah konsep tentang indera internal dan uniformity in variety.
Keindahan menurutnya bukan berasal dari benak, tapi sebagian dari kita dan sebagian lagi berasal dari benda itu sendiri.
3 Jenis nikmat:
- Indera (badan)
- Nalar (intelek)
- Keindahan (indera internal). di satu sisi bekerja seperti nalar, tidak berbentuk dan tak berorgan, tapi di sisi lain seperti indera, yang mampu merasakan. contohnya: kita bisa merasakan kalau suatu benda terbuat dari kayu karena permukaannya kasar
Nikmat keindahan muncul secara;
- Natural : alamiah
- Wajib : mau tidak mau akan merasakan indah
- Langsung : tanpa memikir dan menimbang
- Tanpa menambah pengetahuan : tidak peduli dengan pengetahuan
The Pleasure of Beauty berasal dari indera internal pada diri kita dan uniformity in variety pada benda-benda yang merupakan kumpulan elemen-elemen yang menjadi satu kesatuan.
David Hume
Ia banyak dipengaruhi oleh pemikiran John Locke. Hume lahir di edinburgh, scotland, yang merupakan filsuf empirisisme terpenting. Karyanya yang terkenal berjudul 'A treatise on Human Nature (1739)
Kontribusinya:
- Penjelasan bahwa pengetahuan datang dari pengalaman inderawi. Teori tentang 'Prinsip-prinsip Asosiasi'
- Teori tentang 'Standard Selera'
Semua yang kita tahu tidak lebih dari 'bundelan pengalaman inderawi'.
3 Prinsip asosiasi
- Prinsip kemiripan : contohnya bila kita melihat lukisan koi di suatu tempat, kita bisa ingat ikan koi peliharaan di rumah
- Prinsip kedekatan hubungan : contohnya bila lihat rumah, kita bisa ingat atap, pintu, jendela, dll
- Prinsip sebab-akibat : contohnya kita tahu jatuh ke jurang itu sakit walaupun belum pernah merasakannya, karena bila kita jatuh karena tersandung saja sudah merasa sakit.
Pengalaman-pengalaman ini berkumpul menjadi sebuah standar (the standard of taste). Hal yang subjektif bisa menjadi hal objektif.
Ada 5 standar selera:
- Keharusan / delicacy
- Pikiran sehat / good sense
- Terlatih / practice
- Punya perbandingan / comparison
- Bebas dari prasangka
Misalnya lukisan Raden Saleh yang selalu dianggap indah sejak 100 tahun lalu.
Burke
Lahir di Irlandia, lulus dari trinity college di Dublin. Ia merupakan seorang politikus yang memiliki kontribusi dalam pengembangan konsep 'the sublime' yang membedakan dari 'yang indah'.
No comments:
Post a Comment