Wednesday, November 13, 2013

Periode Renaissans

Abad 14-17 merupakan abad Renaissans, dimana manusia pada jaman ini memusatkan pikiran pada manusia. Kemampuan manusia yang dapat menciptakan hal-hal baru menjadi perhatian yang sangat penting, dimana ternyata manusia memiliki hal-hal yang luar biasa dan semakin berkembang seiring berjalannya waktu.

Penyebutan Renaissans dalam berbagai bahasa:
Inggris dan Perancis : Renaissance
Italia : Rinascimento
Latin : Rinascere
yang artinya to be born again (dilahirkan kembali)

Sebelum masa ini, tidaklah penting menggambarkan manusia sebagai manusia. Manusia selalu digambarkan sebagai hamba Tuhan.

Tokoh-tokoh yang berperan penting:

Fransiskus Asisi (1182-1226)
Anak dari pedagang kain yang cukup berada ini mendirikan ordo fransiskan di masa hidupnya. Ia menyebarkan ajaran tentang Tuhan, dan hidup sesederhana mungkin. Ia selalu menekankan sosok Tuhan sebagai manusia, dimana Yesus pernah sengsara pada masanya sebagai manusia. Yesus disalib dan mati sebagai manusia.

manusia sebagai manusia: manusia punya identitas sendiri ( bisa melakukan hal, menciptakan) selain seagai hamba Tuhan.

tahun 1500 di Florence ada keluarga kaya yang menghidupi para seniman, disebut Medici.

contoh nyata dari jaman ini, adalah karya-karya patung Davici oleh Michelangleo. Patung ini lebih mirip patung pada masa Yunani Kuno dari pada karya-karya di jamannya. 
Ia membuat patung tubuh manusia yang ideal yang terlihat sangat realistik.

Francesco Petrarca (1304-1374)
Petrarca merupakan sastrawan asal Italia yang mempelajari sastra klasik Yunani-Romawi. Ia mengkritik pendidikan skolastik yang menurutnya jaman klasik adalah jaman yang paling berjaya, tidak seperti pendidikan skolastik yang terlalu mendasarkan pada tema religius. Di jaman klasik tidak ada ilmu sihir, maupun manusia barbar.

Marsilio Ficino (1433-1499)
Marsilio adalah tokoh humanisme Renaisans dan merupakan pembangkit ajaran NeoPlatonisme. Ia merupakan salah satu penerjemah pertama tulisan Plato ke dalam bahasa Latin.

Di jaman Plato, berkembang yang disebut 'Liberal Arts'. yang akhirnya menjadi cikal bakal humanisme Renaisans 'Studia Humanitatis'.

Bedanya dengan pendidikan skolastik adalah, dimana pendidikan skolastik terlalu menjuruskan setiap pelajaran yang diambil. Karena itu, Humanisme Renaisans lebih menekankan bahwa manusia harus tahu semua pendidikan, jangan di kelompok-kelompokan.

Leon Batista Alberti (1404-1472)
Merupakan penulis, arsitek, pendeta, penyair, linguis yang mengenal estetika Yunani Kuno dari tulisan Vitruvius dan Pilinus. Salah satu bukunya yang terkenal adalah yang berjudul 'On Painting' dimana menjelaskan sistem perspektif linear.

Leonardo Davinci (1452-1519)
Davinci adalah seniman dan ahli ilmu alam. Ia mengembangkan teori perspektif linear, perspektif warna, perspektif kabur, perspektif udara, teknik kiaraskuro (permainan cahaya antar gelap terang pada cat minyak), teknik sfumato (smoky effect).

Sebelumnya belum ada cat minyak, sehingga seniman-seniman tidak bisa membuat karya yang sangat realistik seperti pada jaman ini. Teknologi lain yang ditemukan di jaman ini adalah mesin cetak Gutenberg (1440) yang mendukung lahirnya kesenian yang lebih jauh.

Anggapan pada jaman ini adalah bahwa karya seni yang bagus haruslah realistik.
Seniman harus jadi ilmuan, untuk bisa menggambar batu dan tanaman, ia perlu memperhatikan batu dan tanaman di alam secara detail. Dan mempelajari struktur-strukturnya.

Davinci juga mempelajari proporsi tubuh manusia dalam geometri.


Seni pada jaman ini memiliki tugas sebagai representasi (menghadirkan kembali yang nyata). Dimana pada jaman ini belum ditemukan kamera, sehingga karya seni umumnya dipakai untuk mengabadikan momen, seperti wajah raja-raja, patung kepala setengah leher, dll.


No comments:

Post a Comment