Monday, November 25, 2013

Immanuel Kant

Immanuel Kant (1724-1804)
Ia lahir di konigsberg, prussia yang merupakan salah satu pemikir pada jaman pencerahan, dimana manusia mulai memikirkan dirinya sendiri / jaman saat manusia keluar dari ketidakdewasaannya. Kant belajar dan menjabat menjadi profesor di Konigsberg University, merupakan anak dari pembuat sadel. Ia tak pernah sekalipun meninggalkan kota kelahirannya. Kant merupakan seorang filsuf yang kritis dan tidak dogmatis, mengkritik rasio manusia (akal)

Apa yang dimaksud rasio manusia?
manusia mempunyai rasio tapi tidak mengkritiknya. Menurut Kant, penilaian estetis berbeda dengan pertimbangan-pertimbangan yang lain. Penilaian estetis bersumber dari 'daya pertimbangan' yang dibedakan dari jenis akal yang lain yaitu rasio murni dan rasio praktis.


Kritik atas Rasio Murni
Pertama kali diterbitkan pada 1781. Mengkritik semua pengetahuan bersifat analitik dan bersumber dari rasio murni.

Menyatukan ada pengetahuan yang bersifat sintetik dan a priori. contoh, mungkin ada dunia lain selain di bumi. Sifatnya fisik tapi kesimpulannya tidak merujuk ke dunia yang kita tinggali.


Revolusi Kopernikan : jenis rasio ini yang mendorong apa yang kita lakukan , pikirkan dan pertimbangkan

Rasio murni : jenis rasio yang menstimulus pengetahuan kita tentang sesuatu

2 Jenis Pengetahuan:

  • Sintetik : Pengetahuan dimana sesuatu dari dunia ditambahkan ke ide awalnya. contoh, pohon itu tinggi, padahal tak semua pohon itu tinggi.
  • Analitik : Gagasan dimana kesimpulan sudah diketahui dari subjeknya. contoh, pohon mangga itu adalah pohon.
Apriori : tanpa rujukan / reference ke dunia

Kritik atas Rasio Praktis
Pertama kali diterbitkan 1788. Rasio praktis : tindakan dan kehendak kita di dunia (memberi perintah pada tindakan kita yang sama untuk tiap manusia tanpa terkecuali / imperatif kategoris)

Imperatif kategoris : semua tindakan yang kamu lakukan harus pada saat bersamaan dengan yang kamu inginkan untuk menjadi sebuah hukum universal (harus ada kesesuaian dari tindakan kita dengan hukum universal)

Kritik atas Daya Pertimbangan
Pertama kali diterbitkan tahun 1790. Daya pertimbangan : bagaimana kita merasakan.
Pertimbangan akan selera: 
  • Rasio murni : mengetahui
  • Rasio praktis : melakukan
  • Daya pertimbangan : merasakan
4 Aspek Keindahan:
  1. Kualitas : tanpa pamrih (hanya keindahan yang bisa memberi rasa senang tanpa pamrih). Tidak tergantung moralitas, manfaat, dan kepuasan inderawi. Terlepas dari keuntungan kepentingan apapun.
  2. Kuantitas : universal (semua orang setuju hal itu indah karena terdorong untuk setuju karena pertimbangan estetis) terlepas dari kepentingan pribadi.
  3. Relasi : purposiveness without purpose - teleologi
  4. Modalitas : keniscayaan (hal yang indah sebaiknya dipercayai oleh semua orang)
Pertimbangan estetis sifatnya subjektif dan tidak konseptual. Keindahan itu memberikan rasa senang. 
Pleasure: 
  1. The good : rasa senang yang sifatnya moral. contoh, kerendahan hati, orang sopan
  2. The agreeable : rasa senang yang sifatnya fisik. contoh, makan roti itu enak.
  3. The beautiful : the pleasure of beauty (estetis)
Suatu objek yang indah harus memberikan rasa senang yang tanpa pamrih (tanpa kehendak apapun dari kita)
Teleologi : semua benda ada untuk memenuhi tujuan tertentu. tapi pada benda-benda yang indah, tujuannya tidak terlihat pada benda fisiknya.
Benda yang indah memiliki suatu tujuan tapi kita tidak harus tahu apa tujuan tersebut (purposiveness without purpose)

No comments:

Post a Comment